Pangkalpinang — Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Rakor Monev) Pelaksanaan Dekonsentrasi Tahun 2026 di Hotel Grand Safran, Rabu (17/6/2026). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari hingga 19 Juni 2026.
 
Rakor tersebut diikuti oleh perwakilan Dinas Koperasi kabupaten/kota se-Babel, serta pejabat dan staf Dinas KUKM Provinsi. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat koordinasi sekaligus menyelaraskan program pembangunan koperasi di daerah.
 
Sejumlah narasumber dari berbagai instansi turut hadir memberikan materi, di antaranya Staf Khusus Menteri Koperasi (Korwil KDKMP Wilayah II), Kepala Divisi Tata Laksana Anggaran LPDB, Asisten Deputi Pengelola Data Kementerian Koperasi, Direktur Fasilitasi Perencanaan, Keuangan dan Aset Desa Kemendagri, perwakilan Korem Garuda Jaya, hingga perwakilan PT Timah.
 
Rakor ini digelar dalam rangka membangun sinergi pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Babel. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Instruksi Presiden RI Nomor 17 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan fisik gerai, pergudangan, serta kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMKP).
 
Tak hanya itu, forum ini juga dimanfaatkan untuk penyelarasan serta pembaruan data melalui Online Data System (ODS) dan Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes), guna memastikan kebijakan yang diambil berbasis data yang akurat dan terkini.
 
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Babel, Arie Primajaya, menegaskan bahwa rakor ini merupakan bagian dari upaya bersama antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat penguatan kelembagaan serta tata kelola KDKMP.
 
“Pelaksanaan rakor ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan memastikan program strategis nasional di sektor koperasi dapat berjalan optimal di daerah,” ujarnya.
 
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah pusat terus mendorong penguatan koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Hal ini ditandai dengan peresmian 1.061 KDKMP oleh Presiden RI Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.
 
“Presiden menargetkan pada Agustus mendatang puluhan ribu gerai sudah terbangun. Saat ini progresnya sudah menuju 40 ribu gerai. Kita berharap pembangunan ini berjalan lancar sesuai target,” katanya.
 
Di Bangka Belitung sendiri, Arie menilai perkembangan pembangunan gerai KDKMP cukup menggembirakan. Lokasi gerai yang dekat dengan pemukiman warga dinilai akan memudahkan akses masyarakat dalam beraktivitas dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
 
“Letak gerai di Babel relatif strategis dan mudah dijangkau masyarakat. Ini menjadi keunggulan tersendiri dalam mendukung aktivitas ekonomi di tingkat desa dan kelurahan,” jelasnya.
 
Hingga saat ini, dari total 393 KDKMP yang di ada di Babel, hingga saat ini sekitar 70-an gerai telah selesai dibangun. Capaian ini bahkan telah melampaui target awal sebesar 10 persen.
 
“Insyaallah, jika launching kembali dilakukan pada Agustus nanti, kita optimistis dapat melampaui target yang telah ditetapkan,” tambahnya.
 
Lebih lanjut, Arie juga menyampaikan bahwa Babel mencatatkan capaian penting dengan menjadi daerah pertama di Indonesia yang mengintegrasikan pembangunan SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan) dengan KDKMP. Program ini dilaksanakan di Kampung Nelayan Merah Putih, Desa Tukak Sadai, Bangka Selatan.
 
“Ini menjadi bukti nyata sinergi yang kuat antar sektor dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan,” pungkasnya.