Toboali - Kemitraan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan usaha-usaha besar merupakan suatu hal yang penting bagi peningkatan kelas UMKM. Oleh karena itu, kemitraan yang dibangun ini harus terus dikembangkan dengan prinsip saling menguntungkan hingga dapat berdaya saing di pasar global
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Bangka Belitung ,Yulizar Adnan menegaskan bahwa bentuk kemitraan tersebut diperlukan UMKM untuk tumbuh semakin besar dan turut berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan.
“Kemitraan UMKM dengan usaha besar ini sangat penting agar UMKM bisa masuk dalam rantai produksi global, meningkatkan peluang UMKM untuk naik kelas, dan meningkatkan kualitas usaha dan daya tahan UMKM serta daya saing produk UMKM,” katanya saat memberikan arahan pada acara sosialisasi kemitraan bagi UMKM di Toboali, Rabu (15/02/23).
Sosialisasi kemitraan bagi UMKM ini dilakukan di tujuh Kab/Kota di Prov Kep Babel. Dimana sebelumnya sosialisasi juga telah dilakukan bagi UMKM di Kab Bangka dan di Kab Bangka Tengah.
Ia menyebutkan, sebelum pandemi, pelaku UMKM sering mengalami kesulitan memasarkan produknya. Pelaku UMKM sering menitipkan produknya pada toko-toko yang khusus menjualkan snack khas oleh-oleh Babel. Namun hal terkadang tidak menguntungkan bahkan ada pelaku UMKM yang merugi karena tidak dipayungi dengan dokumen perjanjian kerjasama.
"Tanpa ada PKS antara toko dan pelaku UMKM membuat penitipan produk tanpa ada pembayaran dimuka untuk sekedar modal. Bahkan sering juga terjadi penundaan penyetoran uang hasil penjualan," ujarnya.
Melihat hal ini, Pihaknya memberikan sosialisasi kemitraan bagi UMKM agar memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang membangun kemitraan. Dengan sosialisasi ini, pelaku UMKM bisa memilih berbagai pola kemitraan yang dianggap paling pas dan paling nyaman untuk dijalankan seperti intiplasma, waralaba, perdagangan umum, rantai pasok dan pola kemitraan lainnya
"Melalui sosialisasi ini pelaku UMKM mengatahui cara bermitra yang cerdas dan menjadi paham serta bisa memilih pola kemitraan yang saling menguntungkan," ujarnya.
Kadis KUKM mengingatkan, kedepan pelaku UMKM di Babel bisa naik kelas dan dalam mengembangkan usahanya harus kreatif dan inovatif terutama dalam memanfaatkan teknologi. Karena dengan teknologi, pelaku UMKM bisa meningkatkan penjualan.
"UMKM harus kreatif dan memanfaatkan teknologi dan aplikasi. Seperti bermitra dengan Grab agar bisa meningkatkan penjualan," katanya.
Kadis berharap, UMKM dapat membangun kemitraan dengan usaha lain agar memperoleh hasil yang menguntungkan. Dengan menjalin kemitraan yang saling menguntungkan maka kedua pihak akan saling memberikan solusi atas masalah yang dihadapi, meningkatkan daya tahan dan daya saing produk.
'Membangun kemitraan yang saling menguntungkan akan membangun daya tahan usaha dan daya saing produk sehingga bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat," harapnya.